5 Kebiasaan Ini Bisa Buat Bayimu Lebih Pintar Dari Lainnya

perkuat ikatan batin
Gambar perkuat ikatan batin

Ibu-ibu, zaman sekarang itu persaingan sumber daya manusia (SDM) semakin ketat. Dengan diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN pada akhir tahun 2015 lalu, lahan pekerjaan semakin menipis karena tenaga kerja dari luar negeri bisa dengan mudah masuk ke Indonesia.

Oleh karena itu, perlu investasi terhadap anak-anak kita agar mereka bisa bersaing. Salah satu caranya yang murah dan mudah adalah membangun komitmen untuk mempercerdas anak-anak kita sejak bayi.

5 Kebiasaan Yang Membuat Bayi Pintar

Kebiasaan sederhana ini sangatlah murah, bahkan tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Namun, hasilnya dalam jangka panjang akan terlihat.

1. Perkuat Ikatan Batin Dengan Bayimu

perkuat ikatan batin

Ibu-ibu pernah merasa takut? Misalnya ibu-ibu takut tikus, lalu ketika baca artikel ini ada tikus yang datang. Apa yang terjadi? Ibu-ibu langsung merespon dengan lari ketakutan atau mengambil sapu untuk mengusir tikus. Intinya, ibu-ibu jadi merasa tidak berkonsentrasi dengan apa yang ibu-ibu baca dan tidak merasa nyaman.

Kalau ibu-ibu bisa mengusir tikus. Kalau bayi? Bayi cuma bisa ketakutan dan menangis. Ketika ketakutan dan menangis itulah otak bayi sebenarnya tidak merasa nyaman dan sulit menerima hal-hal baru. Jadi, ibu-ibu harus perkuat ikatan batin dengan cara membuat bayi merasa nyaman dan aman.

Langkah pertama ini adalah langkah utama dan PENTING agar bayi bisa belajar dengan mudah. Kalau bayi merasa aman dan nyaman, mereka akan dengan mudah menyerap semua informasi dan pelajaran yang ibu berikan.

2. Bicaralah Dengan Bayimu Meskipun Bayimu Belum Bisa Bicara dan Tidak Mengerti Apa Yang Kamu Katakan

bicara dengan bayi

Bayi yang berbicara banyak mulai usia 2 atau 3 tahun memiliki kecerdasan 1.5x lebih banyak dibandingkan yang tidak. Lalu bagaimana, supaya mereka bisa berbicara banyak? Di sinilah ibu berperan penting pada kecerdasan anak.

Ibu-ibu harus sering-sering berbicara atau mengobrol dengan bayi meskipun mereka tidak mengerti apa artinya. Gunanya apa? Gunanya berbicara dengan bayi sejak dini adalah memperkenalkan bayi dengan kata-kata. Perlu diingat bahwa bayi diam, tapi otaknya bekerja.

Semakin banyak kata yang bayi dengar semakin banyak pula bayi dapat menggunakan dan mengerti kata-kata itu di kemudian hari. Ibu harus juga memilih kata-kata untuk diperdengarkan ke bayi. Dimulai dengan kata-kata sederhana, memiliki makna yang baik, dan dengan intonasi yang ceria.

Ibu-ibu pasti kesulitan pada prakteknya. Cara untuk mempermudah ini adalah membeli buku cerita anak-anak dan membacakannya layaknya pendongeng. Intonasinya seperti kalau ibu-ibu sedang bermain “Cilukbaaaa” dengan anak-anak. Intonasi yang ceria dan lucu lebih bisa ditangkap oleh otak bayi karena itu menyenangkan dan membuat nyaman.

Buku cerita bisa dibacakan ketika sedang menyusui atau ketika bayi sedang terbangun.

Jangan perdengarkan pertengkaran ibu-ibu dengan suami kepada bayi, karena itu sangat amat mengganggu otak dan emosi bayi.

3. Perkenalkan Ekspresi Wajah Kepada Bayimu

ekspresi senyum ibu dan anak

Ketika usia 3 atau 4 bulan perkenalkan dengan berbagai macam ekspresi wajah. Praktekkan ini ketika sedang membaca buku cerita seperti yang tercantum pada langkah kedua di atas.

Perkenalkan ekspresi wajah senang, sedih, marah, takut, bingung, lelah, kaget, dan lainnya. Ini akan mengkaitkan kata-kata dengan ekspresi wajah, sehingga bayi tahu betul kalau ketika ibu-ibu sedang senang, sedih, atau lelah.

Gunanya apa? Aktivitas memperkenalkan ekspresi wajah ini akan membantu bayi mempelajari tentang emosi manusia. Bayi yang dididik dengan cara ini dari kecil akan lebih toleran dan bisa bergaul dengan banyak orang karena mereka bisa memahami apa yang orang lain rasakan dengan hanya melihat wajahnya.

4. Bebaskan Bayi Dari Belenggu Stroller

bayi menangis di stroller

Tidak hanya stroller tapi juga dari belenggu lainnya yang sangat membatasi gerak bayi. Belenggu semacam ini membuat bayi tidak bisa kenal apa yang sedang didengar dan dilihat olehnya.

Bayi butuh belajar sendiri sesuai dengan keinginannya, tapi tentu dengan pengawasan orang tua. Intinya biarkan bayi berbuat sekreatif mungkin tetapi orang tua sebagai pembimbing.

Alat yang paling bagus untuk merealisasikan langkah keempat untuk mempercerdas bayi ini adalah dengan membelikan family baby walker.

5. Tunjuk dan Bicarakan Objeknya

ibu tunjuk benda

Langkah kelima ini merupakan perluasan langkah kedua dan ketiga yaitu antara bicara dan perkenalan. Perkenalan ini bukan lagi seperti perkenalan ekspresi wajah antara ibu dan bayi seperti langkah ketiga, tetapi perkenalan terhadap objek atau benda sekitar.

Pada usia bayi 9-10 bulan mereka akan tahu benda sekitar, tetapi tidak tahu bagaimana menyebutnya. Oleh karena itu peran orang tua adalah mengarahkannya.

Cara memperkenalkan benda kepada bayi adalah dengan menunjuk benda tersebut dan menjelaskan apa itu. Bayi akan senang mengikuti apa yang ditunjuk oleh orang tuanya dan bahkan dengan senang hati mengambilnya. Karena senang itulah otaknya dalam keadaan baik untuk menerima penjelasan dari orang tua.

Misalnya, tunjuk sebuah buku dengan telunjuk yang mengarah tepat ke buku itu, ketika bayi melihat atau menengok ke arah buku tersebut, sebutlah kata “Buku”, “Itu buku”, “Ambil bukunya” dan semacamnya. Dengan ini bayi akan kenal betul apa itu yang dinamakan buku dan bisa membedakannya dengan objek lainnya.

Saran dan Penutup

Kelima cara untuk mempercerdas bayi di atas sebaiknya dilakukan dengan bijaksana. Bijaksana ini artinya, lihat dulu kondisi bayi dan waktunya. Kalau kira-kira bayi sudah lelah, maka jangan dipaksakan.

Misalnya, dia bosan dengan perkenalan ekspresi wajah, ciri-cirinya yaitu mulai cemberut atau pandangannya mulai sering mengarah ke arah lain. Biarkan dia bermain-main dulu dengan apa yang diinginkannya.

Beritahukan juga artikel ini kepada suami agar paham bagaimana membuat bayi jadi cerdas untuk di kemudian hari.

Terima kasih telah membaca panduan ini sampai selesai. Kalau berkenan, boleh loh di like artikelnya, dan juga beri komentar.