Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
8 Penyakit yang Sering Diderita Anak Pada Musim Hujan
8 Penyakit yang Sering Diderita Anak Pada Musim Hujan
Gambar 8 Penyakit yang Sering Diderita Anak Pada Musim Hujan

Apa saja jenis penyakit yang sering diderita anak pada musim hujan? Pada dasarnya musim hujan hanya dikenal di wilayah beriklim tropis. Secara teknis meterologi, suatu wilayah dapat dikatakan memasuki musim hujan jika dalam satu dasarian sama, atau lebih dari 50 mm. Ketika memasuki musim hujan, disarankan untuk meningkatkan upaya menjaga kesehatan dan kebersihkan lingkungan.

Pada musim hujan inilah ada beberapa jenis penyakit yang bersiap menyerang Anda dan keluarga. Anak usia balita adalah salah satu yang paling rentan mengalami infeksi virus selama musim hujan tiba. Di daerah tropis, pergantian musim kemarau ke musim hujan dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari tahunan. Musim hujan terjadi dibagian bumi yang mengalami posisi zenith peredaran semua matahari.

8 Penyakit yang Sering Diderita Anak Pada Musim Hujan

8 Penyakit yang Sering Diderita Anak Pada Musim Hujan

Diare

Diare adalah jenis penyakit yang sering diderita anak pada musim hujan. Meskipun terkesan penyakit yang mudah diobati, tapi saat musim hujan tiba jenis penyakit ini harus diwaspadai. Diare disebabkan oleh bakteri E Coli (Escherichia Coli), cuaca yang lembab membuat bakteri tersebut berkembangbiak lebih cepat. Apabila penanganannya terlambat, diare bisa menyebabkan dehidrasi. Pada kasus parahnya lagi, diare juga bisa mengakibatkan kematian.

Anak yang menderita diare biasanya menjadi sering buang air besar, kondisi tinjanya pun lebih encer. Gejala diare bervariasi, namun gejala paling sering dirasakan penderitanya antara lain perut terasa mulas, dehidrasi, pusing, lemas, kulit kering, tinja encer hingga berdarah.

Flu

Flu juga menjadi salah satu penyakit yang sering diderita anak pada musim hujan. Flu (Influenza) adalah jenis infeksi virus yang tidak hanya menyerang hidung, juga tenggorokan dan paru-paru. Anak yang menderita flu akan mengalami sakit kepala, pilek, demam, hidung tersumbat, dan batuk.

Meskipun termasuk jenis penyakit ringan, flu ternyata mudah menular ke orang lain. Apabila imunitas tubuhnya menurun, maka anak akan lebih mudah terserang flu. Meskipun bisa reda dengan sendirinya, dan bahkan tanpa pengobatan sekalipun, tetapi tetap disarankan untuk segera berobat ke dokter. Flu ringan yang diderita anak bisa diatasi dengan banyak beristirahat dan minum banyak cairan. Alternatif lainnya adalah dengan menjalani vaksinasi influenza.

Demam berdarah

8 Penyakit yang Sering Diderita Anak Pada Musim Hujan

Kasus demam berdarah meningkat saat musim hujan tiba. Ini akibat ada banyaknya genangan air yang menjadi sarang nyamuk berkembangbiak. Pada dasarnya demam berdarah memiliki tiga fase, antara lain fase demam, kritis, dan pemulihan. Mengenal ketiga fase tersebut membantu anak untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan optimal.

Virus penyebab demam berdarah hadir melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Demam berdarah bisa menyebabkan pendarahan, syok, hingga kematian. Ini alasan kenapa Anda perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan baik. Apalagi saat musim hujan tiba akan ada banyak genangan air yang tertampung dibeberapa wadah, seperti pot bunga, botol, dan lain-lain.

Penyakit kulit

Gejala penyakit kulit bervariasi, ada yang terasa gatal, nyeri, juga ada pula yang hanya membuat kulit menjadi tidak enak dipandang. Penyakit kulit pun sering muncul saat musim hujan, bisa ringan dan bisa pula berbahaya hingga berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera diobati. Penyakit kulit bisa muncul secara tak terduga.

Meskipun banyak faktor yang bisa menyebabkan munculnya penyakit kulit, tetapi penyebab paling sering berkaitan dengan musim hujan. Karena saat hujan, akan ada bakteri yang beredar. Nah, bakteri inilah bisa saja menyerang kulit anak, apalagi saat anak bermain hujan-hujanan yang terdapat genangan. Untuk mencegah anak terserang penyakit kulit pada musim hujan, Anda harus memandikannya hingga benar-benar bersih.

Tipes

Tipes, atau yang juga dikenal dengan sebutan demam tifoid ini bisa datang secara tiba-tiba. Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella Paratyphi atau Salmonella Typhi, jenis bakteri yang biasanya berdiam di dalam air. Anak bisa menderita tipes karena tidak sengaja meminum yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut saat hujan-hujanan.

Jika tidak segera diobati, tipes akan memburuk seiring waktu. Jika tipes yang diderita sudah semakin parah, akan disertai dengan munculnya ruam berbintik merah di dada, perut kembung, dan berat badan yang terus menurun. Untuk mencegah anak terjangkit tipes pada musim hujan, pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi terjaga kebersihannya.

Leptospirosis

8 Penyakit yang Sering Diderita Anak Pada Musim Hujan

Penyakit yang sering diderita anak pada musim hujan berikut ini juga harus diwaspadai. Leptospirosis merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Jika tidak segera mendapat penanganan, leptospirosis bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti meningitis, pendarahan, gagal ginjal, kesulitan bernafas, dan gagal hati.

Leptospirosis mengalami peningkatan pada musim hujan. Karena dimusim inilah, anak akan lebih sering mengalami kontak dengan air kotor, yang terkontaminasi urin hewan yang mengandung bakteri Leptospira. Hewan yang bisa menyebarkan leptospira adalah tikus, babi, sapi, dan anjing. Gejala awal leptospirosis antara lain demam, diare, nyeri otot, nyeri perut, sakit kepala, mata merah, muntah, batuk, ruam kulit, dan penyakit kuning.

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Apa itu ISPA? Ini adalah gangguan pernapasan yang sering menyerang anak-anak. Ketika terserang ISPA, anak biasanya cenderung menjadi rewel, lesu, dan nafsu makannya berkurang. ISPA merupakan jenis penyakit yang terjadi akibat infeksi saluran pernapasan bagian atas. Saluran yang dimaksudkan tersebut antara lain hidung, sinus, rongga hidung, faring, dan laring.

Seperti pada kebanyakan penyakit yang sering diderita anak pada musim hujan lainnya, ISPA juga bisa muncul secara tiba-tiba. Ketika mengalami ISPA, anak biasanya mengalami gejala berupa hidung tersumbat, batuk, bersin, mata sakit, nyeri otot, demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit saat menelan.

Meskipun bisa membaik dengan sendirinya, tetapi ISPA perlu diwaspadai jika disertai dengan gejala sesak napas, nyeri dibagian dada dan perut, kejang, napas bunyi, penurunan kesadaran, kulit menjadi pucat, bibir tampak kebiruan, serta gangguan pencernaan.

Kolera

Kolera merupakan jenis penyakit diare akibat infeksi bakteri Vibrio Cholerae. Ini adalah penyakit yang bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Kolera yang ditimbulkan bisa menjadi semakin parah, hingga menimbulkan dehidrasi. Termasuk dalam jenis penyakit menular, kolera harus diwaspadai apalagi jika menyerang bayi dan anak-anak.

Pada kasus ini, kolera ditandai dengan sakit diare dengan tinja cair dan berwarna pucat. Bakteri Vibrio Cholerae hidup di alam bebas, terutama di lingkungan perairan. Sumber penyebaran bakteri tersebut adalah air dan makanan yang telah terkontaminasi. Selain itu, faktor yang bisa meningkatkan resiko terjangkit kolera adalah hidup di lingkungan kotor, tinggal satu rumah dengan penderita kolera, dan bergolongan darah O.

Penanganan awal untuk penderita kolera adalah mencegah dehidrasi, caranya dengan memberikan larutan oralit. Jika penderita terus muntah, sehingga tidak bisa minum larutan oralit, maka perlu dirawat inap dan diberikan cairan infus.

Sumber

Artikel di atas memiliki 2 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi. Dapatkan 🎁 teether, kolam anak, atau mobil-mobilan hanya dengan memberikan tanggapan atau pertanyaan.

  • Abigail citra
    pukul 21:12

    Kirain flu aja sama DBD..
    Ternyata banyak penyakit2 lainnya juga ya..
    Harus waspada ini..
    🤔🤔

  • Linda Fatimah
    pukul 14:48

    Terimakasih,, harus lebih waspada nih jaga anak2 biar tetep sehat meski musim hujan.
    Ig : @linda08034
    Email : lindafatimah44@gmail.com