Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
Bolehkah Ibu Menyusui Pada Saat Puasa atau Ramadan?
Ibu dan Anak
Gambar Ibu dan Anak

Masih bingung boleh tidak ya seorang ibu menyusui bayinya pada saat puasa atau ramadan? Jawabannya boleh. Namun, pertanyaan ibunda seharusnya tidak sampai di situ. Pertanyaan lanjutannya adalah berkisar sebagai berikut.

  • Bagaimana kualitas dan kuantitas (volume) ASI pada saat puasa?
  • Bagaimana kalau ASI tidak keluar atau nutrisinya tidak mencukupi bayi?
  • Adakah alternatif jika ibu menyusui ingin tetap puasa tapi juga ingin menjaga nutrisi ASI untuk bayi?

Mari kita ulas satu persatu.

Kualitas dan Kuantitas ASI Saat Berpuasa

Harus dibedakan terlebih dahulu bahwa puasa sehari dengan puasa ramadan itu tidak sama. Puasa sehari saja tidak akan berpengaruh banyak pada kualitas dan kuantitas ASI. Sedangkan untuk puasa yang berkelanjutan seperti ramadan ada efeknya. Ada dua riset yang secara spesifik mengulas kualitas dan kuantitas ASI pada ramadan sebagai berikut.

Riset ASI Pada Saat Ramadan

Menurut penelitian dari Universitas Ankara oleh Ertem tentang menyusui pada saat ramadan, ditemukan bahwa 28 di antara 129 ibu dengan bayi 6 bulan atau kurang mengalami penurunan volume ASI pada saat berpuasa. Artinya kemungkinan bahwa ibu-ibu akan mengalami penurunan volume ASI pada saat ramadan adalah 22% atau 1 banding 5.

Menurut penelitian dari Universitas Hacettepe oleh Rakiciogui tentang nutrisi dan komposisi ASI pada saat ramadan, ditemukan bahwa jumlah Zinc, Magnesium, Potassium, dan micronutrient lainnya pada 21 ibu menyusui dalam penelitian berkurang banyak. Sedangkan untuk vitamin A, E, dan C tidak terpengaruh sama sekali. Artinya ibu menyusui pasti akan mengalami penurunan kualitas ASI pada saat ramadan.

Khawatir ASI Tidak Keluar

Rasa khawatir dan takut jika ASI tidak keluar atau khawatir nutrisi pada ASI berkurang pada saat berpuasa juga pasti dialami oleh sebagian besar ibu-ibu. Menurut Al-Mardaawi, jika seorang muslimah yang sedang menyusui khawatir dengan berkurangnya nutrisi ASI, maka dia makruh hukumnya untuk berpuasa, bahkan haram menurut sebagian ulama lainnya.

Nah, bagi ibu-ibu yang ingin tetap berpuasa tapi juga khawatir dengan kualitas dan kuantitas ASI maka sebaiknya urungkan saja puasanya nanti tinggal bayar fidyah. Kalau misalnya yakin berpuasa dan tidak ada rasa khawatir tehadap ASI, maka wajib hukumnya untuk berpuasa.

Tips Menyusui Pada Saat Puasa

Sudah jelas bahwa ada 22% kemungkinan bahwa volume ASI akan berkurang dan 100% kepastian bahwa kualitas ASI berkurang pada saat puasa ramadan. Pasti hal tersebut membuat ibu-ibu khawatir dan jelas menurut agama Islam hukumnya tidak boleh berpuasa. Namun, ada alternatif untuk masalah seperti ini.

Kantong ASI Gabag

Alternatifnya adalah ibu-ibu bisa memompa dan menyimpan ASI ke dalam kantong ASI merek Gabag atau Natur (yang murah sih Natur ya). Pompalah ASI sekitar 6-8 jam setelah makan berat setelah berbuka puasa agar nutrisi makanan terserap tubuh dengan baik. Artinya, ibu-ibu harus memompa ASI sekitar jam 1-3 pagi selama puasa ramadan.

Sebelum langsung mempraktekkannya di bulan puasa sebaiknya ibu-ibu tes terlebih dahulu dengan cara berpuasa selama seminggu sebelum bulan ramadan, boleh 15 hari atau 1 bulan sebelumnya. Kalau misalnya dalam 1 minggu tersebut ASI tidak berkurang volumenya, maka ibu-ibu bisa lebih tenang untuk menjalani puasa di bulan ramadan.

Lakukan tes dengan memompa ASI jam 1-3 pagi selama masa tes. Bandingkan dengan volume ASI hasil pompa sebelum periode test. Apabila rata-rata volume ASI selama periode tes lebih kecil daripada periode sebelum tes, maka sebaiknya tidak berpuasa selama ramadan. Tapi kalau rata-ratanya sama artinya aman untuk berpuasa di bulan ramadan.