Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
Cegah Virus Corona dengan Mengenali Gejala Penularannya
Cegah Virus Corona dengan Mengenali Gejala Penularannya
Gambar Cegah Virus Corona dengan Mengenali Gejala Penularannya

Bagaimana cara cegah virus corona yang tepat? Virus corona atau COVID-19 adalah jenis virus yang menyerang sistem pernapasan, sehingga bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan, pneumonia akut, hingga kematian.

Ini merupakan jenis virus baru yang menular dari manusia ke manusia. Virus corona bisa menyerang siapa saja dan tanpa mengenal usia, baik lansia, orang dewasa, anak-anak, bayi, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Pertama kali ditemukan di Wuhan, China, virus corona menular dengan cepat dan telah menyebar ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Cegah Virus Corona dengan Mengenali Gejala Penularannya

Pada banyak kasus, virus corona hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus tersebut juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, MERS, dan SARS.

Ya, infeksi virus corona bisa menyebabkan gejala flu, seperti pilek, demam, batuk, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Atau, gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti sesak napas, nyeri dada, demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah.

Namun, biasanya ada 3 gejala paling umum yang bisa menjadi pertanda terinfeksinya virus corona, diantaranya:

  • Demam, dengan suhu tubuh di atas 380
  • Batuk
  • Sesak napas

Dengan mengenali gejala penularannya, maka bisa cegah virus corona menyerang kesehatan Anda. Menurut penelitian, gejala virus corona muncul dalam waktu 2 hari hingga 2 minggu setelah seseorang terpapar virus corona.

Pada kasus parah, infeksi virus corona bisa menyebabkan terjadinya komplikasi yang lebih serius, seperti pneumonia berat, sindrom gangguan pernapasan akut, edema paru, hingga kegagalan fungsi organ tubuh, misalnya ginjal.

Disarankan agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala infeksi virus corona, terutama apabila gejala tersebut muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah atau negara yang memiliki kasus COVID-19.

Apalagi bagi Anda yang pernah berinteraksi dengan penderita infeksi virus COVID-19, maka kemungkinan untuk terpapar virus yang sama menjadi lebih besar lagi, bahkan meski Anda tidak mengalami gejala apapun.

Biasanya dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, untuk dapat menentukan apakah pasien tersebut terinfeksi virus corona atau tidak. Dokter juga akan bertanya kepada pasien apakah pernah bepergian, maupun tinggal di daerah atau negara yang memiliki kasus infeksi virus corona sebelum gejala muncul.

Untuk memastikan diagnosis virus corona, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan lanjutan seperti berikut:

  • Pengujian sampel darah
  • Tes usap tenggorokan untuk melakukan penelitian sampel dahak, atau tes PCR
  • Rontgen dada untuk deteksi infiltrat atau cairan yang ada di paru-paru

Pada kasus parahnya, infeksi virus corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi yang lebih serius, seperti gagal ginjal, pneumonia berat, infeksi sekunder pada organ tubuh lain, acute cardiac injury, acute respiratory distress syndrome, hingga kematian.

Artikel di atas belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama memberikan pendapat. Pendapat bunda akan sangat berharga bagi yang lain.

* Wajib diisi. Dapatkan 🎁 teether, kolam anak, atau mobil-mobilan hanya dengan memberikan tanggapan atau pertanyaan.