Kapan Bayi Dalam Kandungan Bisa Mendengar?

Gambar Batita Sudah Bisa Mendengar

Bagi ibu yang sedang mengandung atau calon seorang ayah pasti tidak sabar untuk berkomunikasi dengan bayinya. Seringkali sekitar delapan minggu pertama kehamilan atau asal perut ibu agak besar saja calon bayi sudah diajak bicara tanpa peduli mengetahui apakah bayi tersebut sudah bisa mendengar atau tidak Ada baiknya calon ibu dan ayah (orang tua) mengetahui kapan bayi dapat mendengar. Gunanya apa?

  • Orang tua dapat lebih fokus kepada hal-hal yang lebih prioritas terkait dengan kehamilan.
  • Orang tua dapat menyiapkan rencana berkomunikasi dengan bayi pada waktu yang tepat. Misalnya, orang tua beragama Islam dianjurkan untuk memperdengarkan bacaan Al-Qur’an sejak bayi dalam kandungan.

Peneliti Jennifer Marshall pada tahun 2011 merilis sebuah artikel dalam Early Childhood Education Journal yang membahas tentang sistem syaraf pada bayi. Salah satu bahasan dalam artikel tersebut adalah tentang pendengaran bayi. Berikut ringkasan dari bahasan tersebut.

Pembentukan Syaraf Penerima Suara

Pada usia 20-28 minggu kehamilan, sel-sel syaraf yang terlibat dengan pembentukan kemampuan menerima gelombang suara mulai terbentuk. Pada sekitar 28-31 minggu kehamilan, sel-sel syaraf tersebut terhubung ke sistem proses gelombang suara yang terdapat di otak bayi. Dengan demikian, bayi tidak hanya menerima gelombang suara saja melainkan sudah terhubung ke dalam sistem proses suara sebagai persiapan untuk menerjemahkan makna dari suara yang didengar oleh bayi.

Sistem Proses Suara

Pada usia 31-40 minggu bayi sudah dapat mendengar dan membedakan suara. Pada usia kehamilan ini bayi dalam kandungan dapat mendengar suara dari ibunya, sedangkan suara dari luar tertahan oleh tubuh sang ibu. Dengan demikian pada usia 32 minggu kehamilan bayi normalnya sudah dapat mengenali suara ibunya.

Pada usia 32 minggu lebih inilah bayi harus diajak bicara sebagai cara mengembangkan pertumbuhan otak bayi. Lingkungan juga harus dijaga agar tidak memiliki latar belakang suara yang tidak lebih dari 50 desibel terus menerus. Contohnya, ada kulkas, AC, atau kegiatan pertukangan yang berisik sepanjang waktu akan mengganggu perkembangan daya dengar dan tumbuh kembang otak bayi dalam hal membedakan pola, intensitas, dan tingga rendahnya nada suara. Hal yang disarankan adalah memperdengarkan komunikasi terutama antar pihak terdekat seperti komunikasi ibu kepada bayi dalam kandungan atau ibu kepada ayah.

Jadi sudah tahu kan kapan bayi dalam kandungan sebaiknya diajak bicara? 🙂

Sumber: Marshall, Jennifer. (2011). Infant Neurosensory Development: Considerations for Infant Child Care. Early Childhood Education Journal, New York Vol. 39 No. 3 (Aug 2011): 175-181.