Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
Kapan Sebaiknya Bayi Diberikan MPASI?
Bayi Makan Puree Pisang
Gambar Bayi Makan Puree Pisang

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel Panduan MPASI WHO 2018.

Kapan masa yang tepat untuk memberikan MPASI pertama kali untuk bayi? Pemberian MPASI dimulai ketika kondisi nutrisi dan energi yang dihasilkan ASI tidak lagi cukup bagi bayi. Secara umum kondisi tersebut dimulai antara usia 4 hingga 6 bulan.

Pada bayi usia 4 hingga 6 bulan biasanya syaraf dan otot pada mulut telah cukup berkembang. Pada usia tersebut biasanya bayi sudah bisa menggigit, mengunyah, atau mengecap. Pada usia sebelum 4 bulan bayi belum bisa mengendalikan lidah dan liur dengan baik sehingga makanan akan dilepeh oleh bayi. Oleh karenanya, idealnya usia 4 hingga 6 bulan adalah masa ideal untuk memberikan MPASI pertama.

Bayi akan lebih mudah untuk diberikan makan bubur, puree, dan makanan yang dihaluskan ketika mereka sudah bisa mengendalikan lidahnya. Ciri-cirinya adalah bayi sudah bisa melet-melet dan bisa memegang benda untuk dimasukkan ke mulut. Ini tanda bahwa sistem pencernaan bayi sudah cukup dewasa untuk memproses makanan.

Bahaya Memberikan MPASI Tidak Tepat Waktu

Memberikan MPASI terlalu dini atau terlambat tidaklah disarankan. Tanda yang tepat untuk memberikan MPASI adalah sebagai berikut.

  1. Minimal 4 bulan atau maksimal 6 bulan;
  2. Berkali-kali meminum ASI tapi masih terlihat lapar;
  3. Sering minum ASI tapi bobot badan bayi tidak bertambah secara normal.

Terlepas dari ketiga tanda di atas sebaiknya bayi hanya diberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan. Selain memberikan asupan energi dan nutrisi, ASI mengandung elemen anti-infeksi yang dapat melindungi bayi dari diare dan penyakit lain. Itulah sebabnya bayi yang rutin diberikan ASI eksklusif relatif jarang sakit.

Pemberian MPASI Terlalu Dini

Pemberian MPASI terlalu dini berbahaya bagi bayi karena bayi belum membutuhkan nutrisi dari makanan tersebut, dan MPASI dapat menyingkirkan kandungan penting ASI seperti anti-infeksi. Bayi juga jadi mudah kenyang dan tidak mau menyusu. Hal tersebut membuat tubuh seorang ibu secara otomatis mengurangi produksi ASI.

Produksi ASI yang menipis inilah yang berbahaya karena asupan ASI untuk bayi akan berkurang dan bayi pun dapat mudah terserang penyakit. Bahkan bayi yang hanya terserang diare saja dapat meninggal.

Seorang ibu yang frekuensi memberikan ASI-nya berkurang akan lebih subur sehingga lebih mudah hamil. Ini berbahaya ketika masih mengurus bayi berusia kurang dari 1 tahun karena seorang ibu harus berjibaku dengan morning sick dan keadaan tubuh yang berubah.

Pemberian MPASI Terlambat

Terlambat dalam memberikan MPASI untuk bayi akan mengakibatkan kekurangan nutrisi dan energi pada bayi sehingga bayi terlihat tidak bertenaga dan mudah lelah.

Bayi juga bisa terhambat atau bahkan berhenti tumbuh karena kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan bayi kurang gizi sehingga berisiko terkena penyakit berbasis patogen.

Baca artikel lanjutan terakhir yaitu 7 Karakteristik MPASI Yang Bagus Untuk Bayi.