Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI

Panduan MPASI WHO 2018

Bayi Mengkonsumsi MPASI
Gambar Bayi Mengkonsumsi MPASI

Panduan ini dibuat berdasarkan intisari dokumen Complementary Feeding yang diterbitkan oleh Department of Nutrition for Health and Development dari World Health Organization (WHO). Pembahasan panduan MPASI WHO 2018 ini terdiri atas beberapa bagian sebagai berikut.

  • Definisi Complementary Feeding dan MPASI
  • Tipe MPASI
  • Kenapa Bayi Butuh MPASI?
  • Kapan Sebaiknya Bayi Diberikan MPASI?
  • Karakteristik MPASI Yang Bagus Untuk Bayi

Perlu diketahui bahwa istilah MPASI dalam bahasa Inggris yaitu complementary feeding. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, istilah complementary feeding artinya makanan pelengkap. Definisi complementary feeding menurut WHO adalah memberikan makanan lain sebagai asupan tambahan ASI.

Istilah complementary feeding ini tidak populer di Indonesia karena apabila diterjemahkan artinya makanan pelengkap, maka dibuatlah istilah MPASI agar lebih spesifik mengarah kepada makanan pelengkap untuk bayi dengan usia 6 bulan ke atas. Kepanjangan MPASI adalah makanan pendamping ASI.

Tipe MPASI

Ada dua tipe MPASI yaitu:

  1. Makanan khusus untuk MPASI contohnya bubur khusus bayi atau menu MPASI sayur yang dicampur ASI;
  2. Makanan biasa yang diolah untuk menjadi MPASI contohnya kentang goreng dan sayur bayam yang dipotong kecil atau digerus halus supaya bayi dapat makan dengan mudah.

Biasanya tipe nomor satu dipilih untuk bayi yang berusia 6 bulan hingga 1 tahun, sedangkan tipe nomor dua dipilih untuk bayi berusia 1 tahun ke atas.

Kenapa Bayi Butuh MPASI?

Ada istilah yang namanya energy gap dan iron gap.

Pengertian istilah energy gap dalam konteks ini adalah selisih kebutuhan energi yang dibutuhkan bayi dengan energi yang dihasilkan oleh ASI untuk bayi.

Pengertian istilah iron gap adalah selisih kebutuhan zat besi yang dibutuhkan bayi dengan zat besi yang diperoleh dari ASI untuk bayi.

Energy Gap

Misalnya bayi 6 bulan butuh energi 650 kilo kalori (kcal) setiap hari sedangkan energi dari ASI hanya 400 kcal, maka selisihnya 250 kcal. Selisih 250 kcal inilah yang harus dipenuhi melalui MPASI. Itulah alasan kenapa bayi butuh MPASI. Berikut adalah ilustrasi energy gap hingga usia bayi 23 bulan.

Energy Gap Antara ASI dan Kebutuhan Bayi

Pada ilustrasi di atas, diagram batang berwarna putih adalah jumlah energy gap yang dibutuhkan oleh bayi. Adanya energy gap tersebut disebabkan oleh bayi yang semakin aktif bergerak. Oleh karena itu, MPASI sangat dibutuhkan untuk mengisi kebutuhan tersebut.

Apabila kebutuhan energy gap tidak diatasi, maka yang terjadi adalah energi akan diambil dari tubuh bayi, biasanya dari cadangan lemak. Makanya ada bayi yang pada masa transisi ke MPASI tiba-tiba bobot badannya tidak naik atau bahkan merosot.

Iron Gap

Konsep iron gap ini sama persis dengan konsep energy gap, tetapi jumlah selisih kebutuhan asupannya sangatlah jauh berbeda. Sebagian energy gap masih bisa diatasi dengan ASI, tetapi iron gap tidak bisa karena selisihnya terlalu besar. Lihat ilustrasi di bawah ini.

Iron Gap Antara ASI dan Kebutuhan Bayi

Kebutuhan zat besi yang begitu tinggi pada bayi begitu menginjak usia 6 bulan menjadi salah satu sebab utama kenapa MPASI dibutuhkan. Bagi orang tua yang rutin kontrol ke dokter anak tiap bulan, pada bulan ke-5 atau 6 biasanya akan diberikan suplemen tambahan zat besi untuk diberikan kepada bayi.

Penambahan suplemen zat besi oleh dokter kepada bayi dilatarbelakangi oleh keadaan iron gap yang besar di atas. Asumsinya, bisa jadi asupan MPASI juga masih kurang untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada bayi. Oleh karenanya itu, tambahan zat besi ini penting bagi bayi untuk mencegah anemia, dan memenuhi kebutuhan darah bayi karena tubuhnya semakin besar.

Baca bagian selanjutnya.