Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
Pemerintah: 7 Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah
7 Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah
Gambar 7 Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah

Cara mencegah penyakit demam berdarah penting untuk diketahui. Selain berbahaya, kondisi ini bisa menyebabkan kematian. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, demam berdarah (Breakbone Fever) telah menjadi penyakit endemik sejak tahun 1968 di Indonesia.

Demam berdarah merupakan kondisi yang bisa mengakibatkan kerusakan pembuluh darah, dan menurunkan kadar trombosit. Penderita demam berdarah biasanya mengalami nyeri hebat, seakan-akan tulangnya patah, sakit kepala hebat, nyeri otot dan persendian, serta kulit kemerahan seperti campak.

Jika berbicara mengenai penyebabnya, demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Albopictus dan Aedes Aegypti. Ini merupakan jenis nyamuk yang menggigit saat pagi hari, hingga sore menjelang petang.

7 Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah

7 Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah

Menutup tempat penampungan air

Meskipun termasuk jenis penyakit berbahaya, tetapi cara mencegah penyakit demam berdarah tergolong mudah. Pertama, silakan tutup rapat-rapat semua tempat penampungan air yang ada di rumahmu, seperti kendi, drum, dan lain-lain. Air merupakan salah satu tempat ideal bagi nyamuk untuk bersarang. Bahkan meskipun tempat penampungan air tersebut ada di luar rumah, sebaiknya Anda tetap menutupnya rapat-rapat. Dengan begitu kesehatan Anda dan keluarga semakin terjaga.

Apabila ada beberapa wadah air yang dirasa tidak diperlukan, lebih baik tengkurapkan wadah tersebut sehingga tidak ada potensi air untuk tergenang di dalamnya. Nyamuk betina biasanya memanfaatkan air yang tergenang sebagai tempat untuk berkembangbiak.

Demam berdarah adalah jenis penyakit yang patut diwaspadai, apalagi di Indonesia jumlah penderitanya cenderung meningkat setiap tahun. Demam berdarah juga bisa menimbulkan dengue shock syndrome.

Menguras tempat penampungan air

Pada sejumlah pasien, demam berdarah bisa berubah menjadi satu dari dua bentuk. Ini pastinya bisa mengancam jiwa penderitanya. Pada bentuk pertama, demam berdarah menyebabkan pendarahan hingga kebocoran pembuluh darah. Bentuk kedua mengakibatkan sindrom renjat dengue.

Sebagai cara mencegah penyakit demam berdarah, disarankan agar menguras semua tempat yang menampung air di rumah, baik itu bak mandi atau kolam ikan. Waktu ideal untuk menguras tempat penampungan air adalah satu hingga dua kali dalam seminggu.

Pada dasarnya siklus metamorfosis nyamuk, penyebab demam berdarah tidak berbeda seperti nyamuk-nyamuk pada umumnya. Yakni, mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa butuh waktu sekitar 8 – 10 hari. Dengan Anda menguras semua tempat penampungan air di dalam maupun di luar rumah secara berkala, maka hal ini bisa membantu dalam memutuskan siklus hidup nyamuk.

Mendaur ulang barang bekas yang ada

7 Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah

Nyamuk penyebab demam berdarah sifatnya cepat mewabah, apalagi saat musim penghujan tiba seperti sekarang ini, sehingga kita diharuskan untuk lebih waspada. Gejala demam berdarah biasanya dimulai sejak 4 – 10 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi virus dengue.

Cara mencegah penyakit demam berdarah selanjutnya adalah dengan mendaur ulang semua barang bekas yang ada. Barang bekas yang tidak terpakai biasanya beralih fungsi dan menimbulkan genangan air. Jenis barang yang dimaksudkan di sini seperti kaleng cat, botol bekas, dan lain-lain.

Agar Anda dan keluarga tidak terserang penyakit demam berdarah, mulai dari sekarang Anda wajib men daur ulang barang-barang tersebut. Terutama barang-barang yang memungkinkan nyamuk berkembangbiak di dalamnya. Jika tidak, maka Anda bisa menjualnya ke tukang loak.

Taburkan bubuk larvasida

Pencegahan penyakit demam berdarah juga bisa dilakukan dengan membunuh nyamuk dengan bubuk larvasida. Tak perlu khawatir, sebab bubuk larvasida tidak merusak lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan, tetapi ampuh membasmi jentik nyamuk. Bubuk larvasida dikenal sebagai zat yang bisa digunakan untuk membasmi larva nyamuk.

Sebenarnya membunuh nyamuk dengan bubuk larvasida relatif lebih mudah. Anda hanya perlu menaburkan bubuk larvasida ke dalam bak mandi. Dosis yang diperlukan adalah 1 sendok makan per 100 liter air. Dosis tersebut berlaku selama sebulan, itu artinya cara yang sama harus kembali dilakukan di bulan-bulan berikutnya.

Untuk mencegah bersarangnya nyamuk penyebab demam berdarah, pastikan Anda sudah menaburkan bubuk larvasida ke semua tempat penampungan air, bahkan yang sulit dibersihkan sekalipun. Dengan menggunakan bubuk larvasida, itu artinya Anda telah memutuskan siklus hidup nyamuk pembawa virus dengue.

Menyingkirkan pakaian yang bergelantungan terlalu lama

Mencegah adalah cara terbaik agar terhindar dari segala jenis penyakit, termasuk demam berdarah. Langkah berikutnya untuk memberikan perlindungan maksimal pada seluruh anggota keluarga dari nyamuk Aedes Albopictus dan Aedes Aegypti yakni, jangan membiarkan nyamuk bersembunyi dan berkembangbiak.

Sebaiknya untuk tidak membiarkan pakaian tergantung terlalu lama. Baik itu pakaian kotor atau pun bersih jika dibiarkan bergelantungan dalam waktu lama berpotensi sebagai tempat bersarang nyamuk. Cuci bersih semua pakaian yang kotor, lalu letakkan pakaian bersih di dalam lemari dan tutup rapat. 

Selain itu, pastikan sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah semaksimal mungkin. Sinar matahari tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga bisa mengusir nyamuk. Sebab, nyamuk sangat tidak suka dengan cuaca panas. Ketika ruangan di rumahmu mendapat sinar matahari yang cukup, biasanya rumah akan bebas dari nyamuk. Hal ini karena nyamuk suka hidup di ruang lembab, cenderung gelap, dan tidak terpapar sinar matahari cukup.

Tanam tanaman yang tidak disukai nyamuk

7 Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah

Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mencegah penyakit demam berdarah, salah satu yang paling mudah adalah menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk. Pertanyaannya, jenis tanaman apa yang tidak disukai nyamuk? Tanaman herbal merupakan jenis tanaman yang paling dibenci nyamuk. Ciri tanaman herbal yang tidak disukai nyamuk adalah yang mengeluarkan wewangian khas.

Letakkan tanaman tersebut didekat jendela dan pintu rumah, sehingga bisa sekaligus menjadi objek estetika interior. Salah satu jenis tanaman herbal pengusir nyamuk adalah bunga lavender. Ini merupakan jenis bunga yang secara intensif dibudidayakan di Indonesia. Bunga lavender tumbuh baik di daerah tinggi, 500 – 1200 mdpl. 

Selain bunga lavender, tanaman herbal yang tidak disukai nyamuk  lainnya yakni kemangi, bunga serai wangi, bunga selasih, bunga pandan wangi, bunga akar wangi, dan bunga suren.

Menggunakan kamper atau kapur barus

Kamper atau kapur barus pada awalnya berasal dari pohon kapur barus, atau Cinnamomum Camphora. Memiliki wangi yang khas dan menyengat, kapur barus memang bisa mengusir bau tak sedap yang sering muncul di tempat kedap udara.

Selain digunakan untuk mengusir serangga dan ngengat, sehingga barang yang disimpan di lemari aman dari gangguan kecoa, semut, atau pun rayap. Namun tahukah Anda bahwa kapur barus juga bermanfaat untuk menjauhkan nyamuk-nyamuk dari ruangan. Caranya mudah sekali, bakar kapur barus dibeberapa ruangan di rumah, lalu tutup jendela dan pintu rapat-rapat. Diamkan selama 15 – 20 menit, setelah itu ruangan akan bebas dari nyamuk.

Sumber

Artikel di atas memiliki 6 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi. Dapatkan 🎁 teether, kolam anak, atau mobil-mobilan hanya dengan memberikan tanggapan atau pertanyaan.

  • Tiara Agustina
    pukul 22:07

    Terima kasih Artikelnya sangat membantu sekali..
    suka kesel deh disaluran air Pam (kran) keluar jentik
    nyamuk 😒
    jadi harus lebih hati-hati lagi setiap mau pakai air..
    apalagi kalau Babyku mau mandi, pastinya aku cek lagi air bak nya πŸ™
    semoga kita semua terhindar dari penyakit Demam Berdarah πŸ™
    IG : @agustinatyara

  • Tiara Agustina
    pukul 22:12

    Terima kasih artikernya sangat membantu sekali penjelasannya detail..

  • Fransisca Bella
    pukul 23:30

    Thanks berguna bgt nih artikelnya lagi musim ujan banyak genangan dimana mana otomatis nyamuk nya buanyak banget dirumah juga udh mulai banyak nyamuk takut sikecil digigitin.

    Ig: @fransiscabellaaa
    Email: putribella005@gmail.com

  • Widiwanti Natalia
    pukul 15:00

    Waaah cocok nih baca artikel disaat musim hujan , jadi bisa lebih antisipasi lagi biar tidak terkena DBD .
    Terimakasih banyak artikel nya , sangat membantu sekali .
    Ig: @widdinatalia
    Email : widhy_natalia@yahoo.com

  • Elisa Februanti
    pukul 14:51

    Whoaa, terima kasih banyak mommy πŸ’— Artikelnya sangat membantu. Kebetulan curah hujan di rumah kami cukup deras yang membuat nyamuk mudah untuk bertelur di genangan air. Jumlah nyamuk pun semakin banyak πŸ₯Ί Apalagi dengan adanya buah hati teman yang terkena demam berdarah membuat saya lebih “aware” dengan melakukan tips-tips di atas agar terhindar dari demam berdarah. Much love πŸ’—

  • Elisa Februanti
    pukul 14:52

    Whoaa, terima kasih banyak mommy πŸ’— Artikelnya sangat membantu. Kebetulan curah hujan di rumah kami cukup deras yang membuat nyamuk mudah untuk bertelur di genangan air. Jumlah nyamuk pun semakin banyak πŸ₯Ί Apalagi dengan adanya buah hati teman yang terkena demam berdarah membuat saya lebih β€œaware” dengan melakukan tips-tips di atas agar terhindar dari demam berdarah. Much love πŸ’—

    IG : @elisa.februanti
    Email : elisa.februanti@gmail.com