Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
Penelitian Membuktikan ASI Dapat Mencegah Obesitas
Bayi Obesitas
Gambar Bayi Obesitas

Hasil penelitian oleh Owen dan rekan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa memberikan ASI dapat mencegah bayi menjadi obesitas ketika dewasa.

Penelitian Owen melibatkan 61 hasil studi peneliti lain tentang hubungan ASI dan obesitas. Fakta yang ditemukan adalah bahwa ASI mengurangi risiko obesitas secara signifikan dibandingkan dengan susu formula.

Bagaimana bisa ASI dapat mencegah obesitas? Pemberian ASI kepada bayi dapat memengaruhi secara positif terhadap asupan kalori, protein, produksi insulin, pembentukan lemak, dan perkembangan sel yang memproduksi lemak. Hal ini membuat kontrol terhadap bobot tubuh bayi berkembang secara natural dan tidak berlebihan.

Hal lain yang dapat memengaruhi kemungkinan obesitas ketika dewasa yaitu keadaan keluarga sebagai berikut.

Anggota Keluarga Ada Sejarah Obesitas

Obesitas pada orang tua. Apabila ada anggota keluarga dari ayah atau ibu yang memiliki sejarah obesitas, maka bayi akan sangat mungkin ketika dewasa nanti terkena obesitas.

Orang Tua Perokok

Seorang ibu yang merokok dapat menyumbangkan risiko obesitas kepada anaknya. Risiko lebih dalam bentuk gaya hidup sehari-hari.

Menurut penelitian Dare (2015) yang melibatkan hampir 500,000 orang perokok, ditemukan bahwa perokok memiliki risiko terkena obesitas. Orang yang tadinya tidak merokok tapi tiba-tiba jadi perokok, risiko terkena obesitasnya lebih tinggi lagi.

Jika sehari-harinya seorang ibu adalah perokok, maka kemungkinan besar anaknya juga jadi seorang perokok. Sudah pasti risiko obesitas pada si anak semakin tinggi. Kenapa ibu?

Di Indonesia kebanyakan ibu kerjanya mengurus anak sehingga waktu anak lebih sering bersama ibunya. Sedangkan ayah hanya bertemu ketika malam atau pagi. Kalau ibunya merokok kemungkinan anak jadi tahu dan ikut-ikutan ketika dewasa.

Pengaruh Kelas Sosial

Pengaruh kelas sosial atau socioeconomic class. Pada negara dengan pendapatan rata-rata rendah, orang yang obesitas adalah orang yang memiliki pendapatan yang tinggi.

Grafik pengaruh kelas sosial terhadap obesitas

Sebaliknya pada negara dengan pendapatan rata-rata tinggi, orang yang memiliki pendapatan rendahlah justru yang paling sering mengalami obesitas (House, 2013). Seperti gambar di atas, pendidikan juga berpengaruh terhadap risiko obesitas.

Mengetahui fakta di atas, maka ASI saja tidak cukup untuk mencegah risiko obesitas di kemudian hari. Orang tua harus senantiasa menjaga gaya hidup sehat.

Pendidikan terhadap hidup sehat juga perlu ditanamkan ke anak setelah dia mengerti.

Referensi

  • Dare, S., Mackay, D. F., & Pell, J. P. (2015). Relationship between smoking and obesity: a cross-sectional study of 499,504 middle-aged adults in the UK general population. PloS one10(4), e0123579.
  • House, B. (2013). How Obesity Relates to Socioeconomic Status.
  • Owen, C. G., Martin, R. M., Whincup, P. H., Smith, G. D., & Cook, D. G. (2005). Effect of infant feeding on the risk of obesity across the life course: a quantitative review of published evidence. Pediatrics115(5), 1367-1377.

Artikel di atas belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama memberikan pendapat. Pendapat bunda akan sangat berharga bagi yang lain.

* Wajib diisi.