Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI

4 Penyebab dan Cara Mengatasi Gerakan Tutup Mulut (GTM)?

Bayi Dengan GTM
Gambar Bayi Dengan GTM

Gerakan Tutup Mulut (GTM) adalah istilah untuk seorang anak yang enggan makan makanan yang diberikan oleh orang tuanya. Keadaan GTM ini seringkali membuat orang tua menjadi pusing kebingungan karena berat badan anak secara bertahap akan berkurang. Oleh karenanya, menemukan solusi untuk mengatasi GTM merupakan prioritas para orang tua terutama ibu-ibu. Kalau bapak-bapak sih paling santai saja.

Harus diketahui bahwa anak yang GTM pasti ada penyebabnya. Penyebab inilah yang harus diidentifikasi terlebih dahulu sebelum langsung memberikan solusinya. Lalu, apa penyebab GTM? Penyebab GTM itu sendiri tidak hanya satu melainkan bervariasi. Berikut ini adalah penyebab GTM yang mungkin sedang dialami oleh anak dengan usia mulai 6 bulan sampai dengan 3 tahun.

1. Sakit Mulut

gambar bayi gtm karena sakit mulut

Sama seperti orang dewasa, sakit pada bagian mulut pada anak dapat menimbulkan GTM yang berkepanjangan. Kalau anak sudah pintar menyampaikan apa yang sedang dirasakan itu akan sangat mudah diidentifikasinya. Misalnya anak tidak mengerti tepatnya sakit di mana tapi ketika menunjukkan lokasinya ada di mulut kita bisa berasumsi bahwa penyebab GTM mungkin di antara penyakit mulut berikut.

  • Sariawan;
  • Sakit gigi;
  • Sakit tenggorokan;
  • Lidah tergigit;
  • Gusi luka;
  • Gigi baru saja tumbuh.

Jika akar masalahnya sudah teridentifikasi karena sakit mulut maka sangat disarankan untu dibawa ke dokter untuk diperiksa dan diberikan saran pengobatannya.

2. Anoreksia Fisiologis

Anoreksia fisiologis adalah penyebab GTM yang meresahkan karena anak terlihat tidak mau makan dan semakin kurus. Namun, anak tidak terlihat mengalami gejala yang aneh-aneh seperti lemas dan tidak bersemangat hanya saja dia tidak mau makan. Anoreksia fisiologis ini membuat pusing orang tua karena mereka merasa bahwa anaknya sedang sakit padahal tidak!

Populer:  5 Suara Yang Membuat Bayi Senang dan Bahagia

gambar bayi gtm karena anoreksia fisiologis

Menurut Dr. Cindy Gellner dari Utah Amerika Serikat, anoreksia fisiologis dapat terjadi ketika anak sudah mencapai bobot maksimal pada tahap pertumbuhannya. Contohnya, bayi pada tahap tahun pertama akan mencapai pertumbuhan bobot maksimal kira-kira 7-8 kilogram.

Pada waktu 9 bulan berat anak mungkin mencapai 5-6 kilogram, tapi kalau sudah mencapai 6,5 kilogram artinya itu melenceng dari rute pertumbuhan bobot. Secara fisiologis, badan bayi akan secara otomatis memberikan sinyal GTM ke otak agar asupan makanan berkurang. Hal ini tercermin dalam tingkah laku bayi ketika menangis atau menolak ketika diberikan makanan.

Keadaan anoreksia fisiologis ini sebenarnya adalah mekanisme biologis tubuh manusia untu melindungi agar tubuh tidak kelebihan asupan makanan. Penyebab GTM ini harus diketahui dan dikelola dengan baik karena sangat besar kemungkinan anak yang tidak mau makan karena keadaan ini malah dipaksa makan! Akibatnya adalah anak menjadi stres dan bahkan trauma terhadap makanan tertentu. Pada masa yang akan datang mungkin akan mengakibatkan anak sulit makan makanan yang waktu kecil dipaksakan.

Identifikasi anoreksia fisiologis dapat dilakukan ketika anak mulai tidak mau makan tetapi keadaannya baik-baik saja, bermain seperti sediakala, dan harus dicek juga dengan alat ukur bobot badan dan usia pertumbuhan. Untuk lebih jelasnya, dapat dikonsultasikan ke dokter anak sehingga dapat kepastian apakah anak sedang mengalami anoreksia fisiologis atau tidak.

3. Bosan Dengan Cita Rasa Makanan

Kalau anak melakukan GTM disebabkan oleh bosan dengan rasa makanan ini paling gampang untuk diatasi. Biasanya bosan dengan makanan bukan berarti bosan dengan makanan yang itu itu saja, tetapi karena bosan dengan cita rasanya. Misalnya, ibu-ibu membuat sop ayam, sop jagung, sop daging, dan berbagai variasi sop sop lainnya tetapi takaran bumbunya sama saja, inilah yang disebut cita rasa.

Populer:  Tips Merawat Bayi Baru Lahir Untuk Pasangan Muda

gambar bayi gtm karena makanan membosankan

Coba saja berikan anak yang susah makan dengan menu yang sama misalnya sop ayam, tetapi yang membuat sop ayamnya adalah orang lain. Misalnya, nenek atau tante dari si anak. Mereka pasti akan menghasilkan sop ayam dengan cita rasa berbeda dibandingkan dengan ibunya karena takaran gula, garam, bawang, dan bumbu-bumbu lainnya berbeda dengan yang biasa dibuat.

4. Trauma

Trauma bisa jadi penyebab anak melakukan GTM. Seringkali anak tidak diperhatikan sehingga mengalami trauma tertentu sehingga tidak mau makan. Anak tiba-tiba menangis karena suatu hal tapi orang tua tidak tahu apa yang menyebabkan anak menangis lalu menjadi trauma. Ini yang paling susah diidentifikasi karena penyebabnya tidak diketahui tau tau anak tidak mau makan. Bahkan karena terkena sentilan kaki belalang yang berwarna hijau saja bisa membuat anak menjadi trauma terhadap makanan yang berwarna hijau menyerupai belalang seperti brokoli dan sayur bayam.

gambar bayi gtm karena trauma

Karena trauma ini sulit diidentifikasi maka saran terbaiknya adalah selalu perhatikan gerak-gerik anak dalam berperilaku. Cegahlah anak agar tidak mendapatkan pengalaman yang traumatis. Namun, cara mengidentifikasinya adalah dengan tes berbagai macam cita rasa dan warna makanan kepada anak. Jika terhadap warna tertentu dia enggan makan kemungkinan dia trauma terhadap makanan yang berwarna itu.

Demikian 4 penyebab GTM yang sering terjadi kepada anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Kalau mau share penyebab lainnya tinggalkan komentar di bawah nanti kami masukkan ke artikel ini beserta nama ibu-ibu!