Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
Jika Bayi Menangis Terus Menerus, Normalkah?
Kenapa Bayi Nangis Terus?
Gambar Kenapa Bayi Nangis Terus?

Tangisan berlebih pada bayi dapat mengakibatkan konsekuensi buruk bagi kesehatan bayi, tetapi tidak ada kesepakatan tentang apa yang disebut dengan tangisan berlebih pada bayi. Begitulah yang diutarakan Reijneveld pada jurnal Pediatrics tahun 2001.

Perlu juga ditekankan bahwa bayi yang menangis terus-menerus hanya dapat dianggap berlebih apabila yang menangis adalah bayi yang sehat. Kalau bayi yang tidak sehat dia menangis secara berlebih ya sudah tentu menangis berlebihnya disebabkan oleh rasa sakit yang dialami oleh bayi.

Tangisan bayi dapat terjadi tanpa sebab yang jelas dan itulah yang membuat orang tua khawatir. Menurut Wessel dalam jurnal Pediatrics tahun 1954, apabila bayi sehat yang berusia 2 minggu hingga 4 bulan menangis lebih dari 3 jam sehari, lebih dari 3 hari seminggu, selama 3 minggu, maka dapat disebut tangisan berlebih. Teori Wessel tersebut disebut juga rule of three” karena serba tiga.

Pada tahun 2006, para ahli pediatric gastroenterology menyebut bahwa colic pada usia bayi baru lahir hingga 4 bulan dapat disebabkan oleh:

  • Paroxysms atau tangisan yang dimulai dan berhenti sendirinya tanpa penyebab yang jelas;
  • Tangisan terjadi seperti yang digambarkan “rule of three”;
  • Ada kondisi perlambatan perkembangan bayi.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 3,259 bayi berusia 6 bulan, sekitar 6% orang tua melakukan tindakan untuk menghentikan tangisan bayi dengan cara yang membahayakan. Tindakan tersebut juga ada yang bisa diklasifikasikan sebagai tindak kekerasan anak seperti menutup hidung dan mulut, menampar, atau menggoyang-goyangkan bayi secara berlebih. Sekitar satu dari lima orang tua mengaku melakukan hal tersebut.

Bayi yang tangisannya melengking juga terbukti lebih sering membuat pengasuhnya kesal dan berujung pada perlakuan kasar terhadap bayi. Oleh karenanya, tanam sikap hati-hati dalam memilih pengasuh anak dan cermati betul bagaimana tangisan bayi akan memengaruhi kondisi mental dan perilaku pengasuhnya.

Pada saat growth spurt juga bayi biasanya menangis terus menerus, tetapi biasanya akan hanya berlangsung tidak lebih dari tiga hari. Jika lebih dari tiga hari maka pakailah “rule of three” untuk mengidentifikasi tangisan bayi normal atau tidak. Jika tangisan bayi terus menerus dan merasa tidak normal maka bawa saja ke dokter.

Pertanyaan terakhir. Apakah bunda rasa tangisan bayi bunda itu normal?

Referensi

  • Reijneveld SA, Brugman E, Hirasing RA. Excessive infant crying: the impact of varying definitions. Pediatrics. 2001;108:893-897.
  • Wessel MA, Cobb JC, Jackson EB, et al. Paroxysmal fussing in infancy, sometimes called colic. Pediatrics. 1954;14:421-435.