Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI

MPASI 8 Bulan: Macaroni Schotel Kukus

Macaroni Schotel Kukus
Gambar Macaroni Schotel Kukus

Deskripsi

Perjalanan dua bulan usai mulai diperkenalkan dengan makanan selain ASI, anak harus mulai diperkenalkan dengan cita rasa gurih sebelum nanti mengenal rasa manis, asin, dan lain-lain. Dengan mengenal lebih dulu rasa gurih, hal tersebut akan menstimulasi indra perasa anak lebih baik dan membiasakannya memilih gurih dibanding rasa lain.

Selain itu, karena bulan Ramadhan telah tiba, selain menyiapkan MPASI anak, perlu pula menyiapkan menu kudapan untuk berbuka puasa yang cukup mengganjal perut untuk menunaikan ibadah sholat maghrib terlebih dulu sebelum mengonsumsi makanan berat. Bahkan lebih baik jika bisa menunda berbuka puasa dengan menu berat seperti nasi setelah tarawih.

Macaroni Schotel, Kudapan Asal Belanda Yang Cocok Untuk MPASI 8 Bulan

Memikirkan kudapan yang tepat sebagai MPASI anak usia 8 bulan sekaligus pengganjal perut saat berbuka, maka macaroni schotel kukus dapat menjadi pilihan yang tepat. Perpaduan keju dengan kentang dan macaroni yang dikukus tersebut akan menghasilkan MPASI yang mengenyangkan bagi anak sekaligus kudapan pengganjal lapar yang efektif.

Macaroni schotel sendiri merupakan kudapan asal Belanda yang baru beberapa waktu terakhir populer di Indonesia. Dengan sedikit modifikasi, macaroni schotel kini menjadi salah satu menu yang digemari. Ditilik dari kandungan gizi komposisi bahan serta teksturnya, macaroni schotel pun sangat pas bila dijadikan sebagai pilihan MPASI bagi anak usia 8 bulan.

Kandungan Gizi Macaroni Schotel Sebagai MPASI

Kentang dalam macaroni schotel mengandung kalori sebesar 76 cal dan karbohidrat 17 gram per 100 gram sajian yang merupakan pengganti karbohidrat dari nasi, dipadukan keju yang mengandung kalori 402 cal untuk menjadi sumber energi.

Kesimpulannya, macaroni schotel adalah MPASI yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mendampingi pemberian ASI pada anak usia 8 bulan sekaligus menjadi makanan ringan yang cukup mengenyangkan sebagai pembuka ketika berbuka puasa. Selain itu, proses pengukusan menghasilkan lemak jenuh lebih rendah dibanding pemanggangan sehingga pemicu kolesterol tinggi pun dapat ditekan secara maksimal.

Resep Dan Cara Pembuatan Macaroni Schotel Modifikasi Untuk MPASI

Macaroni schotel sejatinya dimasak dengan cara dipanggang, tetapi teksturnya terlalu kering sebagai MPASI, sehingga muncul macaroni schotel modifikasi yang dikukus agar dapat dikonsumsi dengan nyaman oleh anak. Berikut adalah resep serta cara pengolahan macaroni schotel sebagai MPASI anak.

Durasi Memasak

  • Persiapan:
  • Memasak:
  • Total waktu:

Bahan/Bumbu

  • 50 gram macaroni pipa
  • 10 gram keju cheddar / mozzarella, sesuai selera
  • 5 buah kentang ukuran sedang
  • ¼ daging sapi giling
  • 2 butir telur ayam kampung
  • Daun basil secukupnya
  • Oregano secukupnya
  • 2 sendok teh unsalted butter
  • 1 siung bawang putih
  • ½ siung bawang bombay

Cara Memasak

  1. Rebus macaroni dan kentang sampai empuk, kemudian haluskan kasar—tidak terlalu lembut
  2. Kocok telur dan parut keju
  3. Tumis bawang putih dan bombay hingga mengeluarkan aroma harum, kemudian masukkan daging giling. Terus tumis hingga daging mulai berubah warna
  4. Masukkan kentang dan macaroni yang sudah dihaluskan, berikut telur, oregano, basil, dan keju. Aduk hingga merata, angkat dari kompor dan dinginkan sejenak
  5. Ambil wadah, bisa aluminium foil atau wadah yang memang tahan panas.
  6. Panaskan unsalted butter hingga meleleh, kemudian oleskan pada wadah yang hendak digunakan
  7. Masukkan adonan macaroni schotel ke dalam wadah yang telah diolesi unsalted butter
  8. Kukus selama 25 menit. Macaroni schotel siap disajikan