Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
Bahaya Mencampur ASI dengan Susu Formula yang Harus Diketahui
Bahaya Mencampur ASI dengan Susu Formula yang Harus Diketahui
Gambar Bahaya Mencampur ASI dengan Susu Formula yang Harus Diketahui

Apakah bahaya mencampur ASI dengan susu formula?

Pada dasarnya ASI baik diberikan sejak usia 0-6 bulan. Sayangnya, beberapa keadaan kerap kali membuat ibu menyusui memiliki produk ASI kurang pasca melahirkan.

Nah, salah satu cara cepat dan tepat agar bayi tidak kekurangan nutrisi adalah dengan menambahkan suplementasi susu formula. Tak jarang ibu memilih untuk mengkombinasikan ASI dengan susu formula. Praktik ini memang tidak salah, tetapi kurang dianjurkan dokter maupun tenaga kesehatan lainnya.

Bahaya Mencampur ASI dengan Susu Formula yang Harus Diketahui

Terjadi Ketidakseimbangan Bakteri Baik Dalam Tubuh Bayi

Bahaya mencampur ASI dengan susu formula pertama adalah menjadi penyebab utama ketidakseimbangan bakteri baik di dalam tubuh bayi. Pada dasarnya susu bertugas merawat bakteri baik dalam usus sehingga sistem pencernaan pun menjadi lebih baik.

Namun pencampuran antara ASI dan susu formula membuat bakteri sehat dalam perut bayi mengalami perubahan. Ini justru merubah bakteri baik tersebut menjadi bakteri yang tidak diinginkan oleh usus.

Jika demikian, bayi akan mengalami nyeri hingga susah buang air besar. Bukannya menjadi kenyang, justru bayi akan jadi lebih rewel akibat rasa tidak nyaman di perutnya.

Membuat Bayi Lebih Suka Minum Susu dari Botolnya

Kebiasaan memberikan ASI dan susu formula secara bersamaan membuat bayi lebih suka minum dari botol langsung dibanding menyusu. Jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus, sudah pasti membuatnya bingung putting.

Jangan heran jika bayi akan lebih suka menolak setiap kali disusui. Bayi pun akan menjadi ketergantungan pada botol susu.

Perut Bayi Lebih Sering Kembung

Bayi yang sering mengkonsumsi ASI dan susu formula menjadi lebih rewel akibat perutnya yang kembung. Alasannya, mencampurkan ASI dan susu formula dapat merubah komposisi gizi ASI.

Ini membuat sistem pencernaan seperti lambung dan ginjalnya harus bekerja lebih keras lagi karena mikronutrien yang ada di dalam susu formula menjadi lebih pekat.

Pastinya yang demikian membuat bayi mengalami kolik, atau menangis dalam waktu lama akibat rasa tidak nyaman yang dialaminya.

Perlu diketahui, di dalam ASI terkandung 60% protein whey dan 40% kasein. Jumlah tersebut membuatnya mudah larut di dalam air sehingga tidak sulit diserap bayi.

Artikel di atas belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama memberikan pendapat. Pendapat bunda akan sangat berharga bagi yang lain.

* Wajib diisi. Dapatkan 🎁 teether, kolam anak, atau mobil-mobilan hanya dengan memberikan tanggapan atau pertanyaan.