Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
Enfamil A+ Lacto Free Care, Susu Formula Bebas Laktosa Tin
Enfamil A+ Lacto Free Care, Susu Formula Bebas Laktosa Tin
Gambar Enfamil A+ Lacto Free Care, Susu Formula Bebas Laktosa Tin

Seperti namanya, Enfamil A+ Lacto Free Care adalah susu formula bebas laktosa untuk bayi yang intoleransi laktosa. Diformulasikan secara khusus untuk bayi usia 0-12 bulan, Enfamil A+ bebas laktosa ini cocok untuk bayi yang mengalami gangguan pencernaan, seperti diare dan sakit perut yang diakibatkan karena tidak dapat mencerna laktosa.

Meskipun dibuat sebagai susu formula yang bebas akan kandungan laktosa, Enfamil A+ Lacto Free Care tetap memiliki kandungan nutrisi penting yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya.

Enfamil A+ Lacto Free Care, Susu Formula Bebas Laktosa Tin

Sebagai susu formula yang bebas akan kandungan laktosa, Enfamil A+ Lacto Free Care tidak hanya menjadi susu yang ramah dan mudah dicerna bayi, tetapi juga dapat membantu memenuhi asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi.

Enfamil A+ tanpa kandungan laktosa tersebut baik diberikan pada bayi yang memang butuh penanganan khusus. Namun pemberian susu formula ini tetap harus atas saran dan rekomendasi dari dokter, atau tenaga medis lainnya.

Ibu menyusui tidak disarankan memberikan susu formula Enfamil A+, karena ASI (Air Susu Ibu) tetaplah menjadi sumber asupan nutrisi yang baik untuk bayi.

Selain unggul karena kandungannya yang bebas laktosa, Enfamil A+ ini juga mengandung nutrisi penting seperti 88 g DHA, 1610 IU vitamin A, 6.6 IU vitamin E, 3.1 g mineral, 10.9 g protein, 55 g karbohidrat, 4900  mg LA, 420 mg ALA, dan 177 mg ARA. Kesemua nutrisi tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-12 bulan.

Intoleransi laktosa sendiri merupakan gejala yang disebabkan karena kurang, atau tidak dapat menghasilkan enzim laktase yang ada pada mikrovili epitel usus halus. Ini berguna untuk memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Laktosa menjadi sumber karbohidrat utama yang ada pada ASI dan susu formula sebagai nutrisi yang diserap di dalam tubuh. Ketika tubuh tidak dapat menghasilkan enzim laktase, maka produksi enzim tersebut pun menjadi berkurang.

Hal inilah yang kemudian mengakibatkan laktosa tetap berada dalam sistem pencernaan dan terfermentasi bakteri, hingga pada akhirnya tubuh memproduksi lebih banyak gas dan menyebabkan gangguan pada saluran cerna.

Artikel di atas belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama memberikan pendapat. Pendapat bunda akan sangat berharga bagi yang lain.

* Wajib diisi. Dapatkan 🎁 teether, kolam anak, atau mobil-mobilan hanya dengan memberikan tanggapan atau pertanyaan.