Panduan Lengkap MPASI

Menu makanan dan jadwal makanan pendamping ASI
Ketahui Kondisi Bayi yang Butuh Susu Formula
Ketahui Kondisi Bayi yang Butuh Susu Formula
Gambar Ketahui Kondisi Bayi yang Butuh Susu Formula

WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) merekomendasikan pembelian ASI sejak usia 0-6 bulan secara eksklusif. Itu artinya, bayi yang boleh mengkonsumsi ASI tanpa asupan cairan tambahan lain ke dalam tubuhnya.

Sayangnya, beberapa kondisi membuat Anda akhirnya terpaksa memberikan susu formula sebelum bayi menginjak di atas 6 bulan. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Kondisi Bayi yang Butuh Susu Formula

Galakosemia

Dalam 100 mill ASI terkandung sekitar 7 g laktosa, kandungan ini tidak bisa dicerna dengan baik oleh bayi yang menderita galaktosemia.

Ini adalah jenis penyakit yang disebabkan karena tidak adanya enzim galactose-1-phosphate uridyl-transferase. Sehingga bayi perlu diberikan susu formula bebas laktosa.

Maple Syrup Urine

Jumlah protein casein di dalam ASI hanya ada sekitar 30%. Meskipun tidak terlalu banyak tetapi jenis tersebut tidak mudah dicerna oleh bayi dengan penyakit maple syrup urine.

Oleh karenanya penting untuk memberikan susu formula tanpa leusin, valine, dan isoleusin. Namun akan lebih bijak lagi jika Anda konsultasikan terlebih dulu dengan dokter, sehingga bayi tetap mendapatkan nutrisi yang optimal tanpa ASI.

Fenilketonuria

Ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan bayi tidak dapat mencerna fenilalanin. Untungnya, kandungan finilalanin dalam ASI tergolong rendah, yakni sekitar 0.8 g, sehingga Anda masih bisa memberikan ASI.

Namun dengan syarat, Anda tetap harus memberikan susu formula khusus sebagai pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Dengan begitu pertumbuhan dan perkembangan bayi tetap optimal, serta tidak mengalami gangguan.

Lahir Premature

Bayi lahir premature biasanya akan memiliki ukuran lambung terlampau kecil. Tak heran jika daya cernanya jadi lebih lambat dan asupan ASI-nya pun kurang optimal.

Bahkan kondisi tersebut membuat refleks menginap bayi tergolong kurang, bahkan beberapa belum memilikinya. Ini menyebabkan pemberian susu formula penting untuk bayi lahir premature, utamanya saat usia kandungan kurang dari 32 minggu.

Hipoglikemia

Resiko terkena hipoglikemia lebih tinggi pada bayi dengan ibu yang menderita sakit diabetes. Sehingga Anda harus memperhatikan kondisi gula darah bayi.

Pemberian sufor sangat dianjurkan jika gula darah bayi ada dibawah 40 mg/dl. Anda bisa mengurangi atau menghentikan pembelian susu formula tersebut jika kondisinya sudah normal.

Artikel di atas belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama memberikan pendapat. Pendapat bunda akan sangat berharga bagi yang lain.

* Wajib diisi. Dapatkan 🎁 teether, kolam anak, atau mobil-mobilan hanya dengan memberikan tanggapan atau pertanyaan.